BERITA DETAIL
Capaian 100 Hari Kerja Jarot–Ansori: Awal Kuat Menuju Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

Capaian 100 Hari Kerja Jarot–Ansori: Awal Kuat Menuju Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

03 Juni 2025   64

 

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/Juni 2025 — Memasuki 100 hari pertama masa kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Mohamad Ansori, berbagai capaian strategis berhasil diraih, menandai arah pembangunan yang jelas dan berorientasi pada pelayanan publik serta kesejahteraan rakyat. Dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Jarot menyampaikan laporan kinerja awal pemerintahan yang mendapat banyak apresiasi, termasuk pencapaian penting dalam pengelolaan keuangan daerah.

Salah satu keberhasilan paling menonjol adalah diraihnya kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2024. Prestasi ini menjadi simbol perbaikan tata kelola pemerintahan yang sempat mengalami penurunan selama dua tahun sebelumnya.

Bidang Keagamaan dan Sosial

Bupati juga menyoroti suksesnya Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah STQH XXVIII Tingkat Provinsi NTB, yang berlangsung lancar dan penuh prestasi. Kabupaten Sumbawa berhasil meraih peringkat keempat dari 10 kabupaten/kota, mengangkat nama daerah di bidang keagamaan.

Di bidang sosial-keagamaan, program Salat Subuh Berjamaah dan gerakan Bersedekah dihidupkan kembali untuk menguatkan nilai-nilai gotong royong dan solidaritas antarwarga. Ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan spiritual masyarakat yang berdampak pada peningkatan moral kolektif.

Sektor Pertanian dan Industri

Kerja sama dengan Kementerian Pertanian RI juga membuahkan hasil signifikan. Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai lokasi ekspor jagung nasional. Menteri Pertanian RI dijadwalkan akan melepas langsung ekspor ini dari Pelabuhan Badas pada 17 Juni 2025 mendatang.

Tak hanya itu, Sumbawa juga menjadi satu dari dua daerah (selain Pulau Madura) yang ditetapkan sebagai lokasi industri garam nasional tahap pertama. Ini membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi masyarakat pesisir.

Pemberdayaan Ekonomi Desa

Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi contoh nyata pemberdayaan berbasis komunitas. Inisiatif gotong royong dan kekeluargaan dijadikan fondasi ekonomi rakyat, dengan target pembiayaan hingga Rp 10 miliar. Upaya pemberdayaan ini turut memperkuat ketahanan ekonomi lokal dari bawah.

Pendidikan dan Kesehatan

Dalam bidang pendidikan, Pemkab Sumbawa menyalurkan 10 beasiswa kedokteran dan 5 beasiswa farmasi melalui Universitas Mataram untuk menjawab krisis tenaga medis di daerah. Di sisi lain, gagasan Sekolah Rakyat mulai dirintis sebagai bentuk inovasi pendidikan masyarakat berbasis lokal.

Infrastruktur dan Energi

Progres pembangunan Bendungan Kerekeh sebagai salah satu proyek strategis nasional juga menjadi perhatian. Kenaikan status dan penyelesaian pembangunan ini diharapkan mempercepat akses air bagi pertanian dan meningkatkan kepercayaan pusat terhadap daerah.


Ulasan: Awal yang Progresif, Harapan Besar di Depan

Capaian 100 hari pemerintahan Jarot–Ansori menunjukkan bahwa arah pembangunan Sumbawa kini bergerak ke jalur yang lebih progresif dan berpihak pada masyarakat. Terobosan di berbagai sektor — dari tata kelola anggaran, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan keagamaan dan infrastruktur — mengindikasikan komitmen yang tinggi untuk menciptakan daerah yang religius, adil, dan berdaya saing.

Tentu masyarakat berharap capaian ini tidak hanya menjadi laporan seremonial, tetapi menjadi tonggak konsistensi pelayanan dan inovasi publik ke depan. Pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan kolaboratif menjadi kunci mewujudkan visi besar Sumbawa yang lebih baik. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa