Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/25/5/2025 – Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Sumbawa, Drs. Hasanuddin, secara resmi membuka acara Barapan Kebo yang diselenggarakan di Desa Lamenta, Kecamatan Empang, pada Minggu (25/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Desa Lamenta yang ke-21.
Acara turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Dapil 3, Kepala Desa Lamenta – H. Sirajuddin, tokoh masyarakat, dan para peserta dari berbagai daerah. Sebanyak 390 peserta tercatat mengikuti perlombaan Barapan Kebo yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Dalam sambutannya, Drs. Hasanuddin menyampaikan salam hormat dari Bupati Sumbawa, yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas luar daerah. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan budaya dan sosial masyarakat merupakan bentuk dukungan dan komitmen dalam pelestarian warisan budaya lokal.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Lamenta atas inisiatif dan semangat dalam melestarikan tradisi Barapan Kebo ini. Kegiatan ini bukan hanya penting dari sisi budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadis Kominfo menyebutkan bahwa Barapan Kebo merupakan identitas budaya lokal yang perlu dijaga keberlangsungannya. Kegiatan seperti ini juga memberikan dampak ekonomi, khususnya bagi peternak dan pelaku usaha kecil di sekitar arena kegiatan.
Sementara itu, Kepala Desa Lamenta, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh komunitas Barapan Kebo dan donatur yang telah mendukung kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan menjadi bagian dari agenda tahunan Desa Lamenta.
Barapan Kebo adalah tradisi khas Sumbawa yang menjadi simbol kekuatan, kerja keras, dan sportivitas. Menjadikannya agenda rutin desa memperkuat identitas budaya dan jati diri masyarakat.
Kegiatan ini membuka peluang ekonomi baru, dari sektor peternakan hingga UMKM lokal yang terlibat dalam penyediaan konsumsi, kerajinan, dan jasa selama acara berlangsung.
Tingginya jumlah peserta (390 peserta) menunjukkan antusiasme masyarakat serta kolaborasi yang kuat antar desa, komunitas pecinta kerbau, dan unsur pemerintah daerah.
Barapan Kebo berpeluang besar dijadikan sebagai even tahunan berskala kabupaten, bahkan provinsi, dalam rangka promosi wisata budaya dan kearifan lokal di Kabupaten Sumbawa.
Pemkab Sumbawa melalui Dinas Kominfo mendorong agar desa-desa lain juga mulai menghidupkan kembali kearifan lokalnya, baik berupa tradisi, permainan rakyat, hingga kuliner khas daerah. Pemerintah siap mendukung kegiatan berbasis budaya yang sejalan dengan pembangunan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa