Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/15 Mei 2025 – Sebanyak 79 jamaah calon haji asal Kabupaten Sumbawa secara resmi diberangkatkan malam ini dalam kelompok terbang (kloter) 12. Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan turut dihadiri oleh Wakil Bupati, unsur Forkopimda, Asisten Sekda, serta para Kepala OPD lingkup Pemkab Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan bahwa keberangkatan haji bukan semata perjalanan ke luar negeri, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna. "Haji adalah pendidikan ruhani yang mengajarkan kesetaraan, keikhlasan, dan pengorbanan. Di hadapan Allah SWT, semua manusia setara – tanpa gelar, jabatan, maupun pangkat,” ujarnya.
Bupati juga memberi pesan khusus kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa yang ikut dalam rombongan haji. Menurutnya, keberangkatan seorang pejabat tinggi daerah menjadi contoh teladan, bahwa di balik kesibukan duniawi, tetap ada tanggung jawab ruhani kepada Sang Khalik.
"Saya berharap kehadiran beliau dapat menjadi penyemangat, peneduh, dan penguat spiritual bagi seluruh jamaah,” ucap Bupati.
H. Jarot juga mengingatkan seluruh jamaah untuk menjadikan ibadah haji sebagai titik balik perubahan, baik dalam akhlak, sikap, maupun kepedulian sosial. Ia menekankan pentingnya menjalani ibadah haji dengan khusyuk, serta membawa pulang nilai-nilai yang memperkuat kualitas pribadi dan kehidupan bermasyarakat.
Dengan keberangkatan kloter 12 ini, maka total jamaah calon haji asal Kabupaten Sumbawa tahun 2025 mencapai 311 orang. Seluruh jamaah selanjutnya menuju Asrama Haji Embarkasi Lombok, dan akan diterbangkan ke Madinah pada 16 Mei dini hari.
Pesan Moral dan Keteladanan Publik
Kegiatan ini menunjukkan peran Bupati tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga pembimbing moral dan spiritual masyarakat.
Keberangkatan Sekda sebagai jamaah haji membawa pesan kuat tentang kesalehan sosial dan pribadi, menjadi panutan bagi ASN lainnya.
Transparansi dan Partisipasi
Dokumentasi keberangkatan ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan partisipatif.
Keterlibatan Forkopimda dan OPD menegaskan bahwa dukungan institusional terhadap kegiatan keagamaan menjadi perhatian serius.
Dampak Sosial dan Budaya
Tradisi pelepasan haji secara resmi menciptakan ikatan emosional dan spiritual antara pemerintah dan masyarakat.
Momentum ini bisa dioptimalkan untuk memperkuat program pembinaan keagamaan dan penguatan nilai-nilai sosial di tingkat komunitas.(KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa