Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/10 Mei 2025 — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mendampingi Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, dalam kegiatan Apel Pandu Hizbul Wathan serta Wisuda Angkatan ke-VII SMP dan Angkatan ke-VI SMA di Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Sabtu siang, di Auditorium Sang Surya, Dea Malela, Kecamatan Lenangguar.
Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Dr. Din Syamsuddin, dan unsur Forkopimda, termasuk Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa. Hadirnya jajaran pusat dan daerah mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan dunia pendidikan.
Dalam amanatnya saat Apel Pandu Hizbul Wathan, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan pesantren untuk membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, berakhlak, dan memiliki semangat kebangsaan Pancasila. Ia mengajak seluruh santri untuk terus belajar dan berkembang, karena masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini.
"Wisuda ini bukan akhir, melainkan awal perjuangan. Proses belajar tidak berhenti di kelas, tetapi berlanjut di kehidupan nyata," ungkapnya, memberikan motivasi kepada para wisudawan.
Ketua MPR RI juga menyampaikan apresiasinya terhadap PMI Dea Malela yang dianggap telah menciptakan pusat pendidikan bermutu tinggi di tengah alam pedesaan yang asri dan jauh dari keramaian. “Dari lembah sunyi ini, lahir cahaya peradaban,” tegasnya.
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menyambut positif kehadiran Ketua MPR RI dan Gubernur NTB dalam momentum bersejarah ini. Dalam keterangannya, Bupati menyampaikan bahwa PMI Dea Malela adalah salah satu ikon pendidikan Kabupaten Sumbawa yang membawa nama daerah ke panggung nasional dan internasional.
Pemkab Sumbawa, menurut Bupati, berkomitmen mendukung pengembangan pesantren sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia, sesuai visi daerah yang mengedepankan pendidikan berbasis nilai dan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Din Syamsuddin menyampaikan bahwa PMI Dea Malela akan terus berinovasi mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan kompetitif di kancah global. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap kiprah pendidikan pesantren ini.
“Kami terus membangun sistem pendidikan yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern. Harapan kami, para lulusan PMI Dea Malela akan menjadi pemimpin bangsa yang berintegritas dan berkontribusi nyata untuk peradaban dunia,” ujarnya.
Kegiatan ini mencerminkan best practice kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan berbasis pesantren. Keterlibatan tokoh nasional dalam acara di pesantren pelosok menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan di pusat-pusat kota, tetapi juga dari lembah-lembah sunyi seperti Dea Malela.
Bagi Pemkab Sumbawa, kehadiran pejabat tinggi negara merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi daerah dalam pembangunan pendidikan. Ini menjadi motivasi tambahan untuk terus mendukung program-program pendidikan berbasis nilai-nilai lokal dan keislaman.
sumber : Fb Prokopim Sumbawa
Artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa