Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/6 Mei 2025 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H. Hal ini ditandai dengan digelarnya acara Koordinasi dan Peninjauan Lalu Lintas Sapi Kurban Tujuan Jabodetabek, yang dipusatkan di halaman Kantor Karantina Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, pada Selasa (6/5/2025).
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat Manaor Panggabean, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) NTB, Agus Mugiyanto, jajaran Deputi Karantina, OPD terkait, perangkat daerah Kecamatan Labuhan Badas, instansi vertikal, serta para pengguna jasa karantina.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar di sektor peternakan, khususnya dalam produksi sapi potong, serta di sektor pertanian, terutama jagung.
“Kami telah menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk mendorong pengembangan sektor peternakan. Kami berharap Sumbawa bisa menjadi daerah penghasil ternak terbesar di NTB,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan harapan agar Pemkab dapat terus bekerja sama dengan Badan Karantina Indonesia dalam rangka meningkatkan pengawasan dan keamanan komoditas hewan dan hasil laut, guna menjaga kualitas serta memperluas pasar, baik domestik maupun ekspor.
Kepala BKHIT NTB, Agus Mugiyanto, turut menyampaikan bahwa Pulau Sumbawa memiliki potensi besar di sektor peternakan dan pertanian, termasuk sapi, jagung, kelor, rumput laut, dan mutiara.
“Dengan fasilitas kandang dan lahan luas di Karantina Badas, kita bisa mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi ternak. Komoditas kita juga sudah diekspor ke luar negeri, seperti kopi, vanili, hingga mutiara,” jelasnya.
Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati dan Pemkab Sumbawa dalam pengembangan karantina dan komoditas unggulan daerah.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat Manaor Panggabean, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa per 3 Mei 2025, suplai sapi potong dari NTB untuk Idul Adha telah mencapai 22.989 ekor, yang sebagian besar dikirim ke Jabodetabek dan Sumatera.
“Kami terus berkomitmen meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan untuk menjaga kesehatan dan keamanan ternak. Ini penting, terutama menjelang Idul Adha yang permintaannya tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, NTB memiliki keragaman komoditas mulai dari sapi, DOC ayam, daging sapi, telur ayam tetas, jagung, hingga hasil laut dan pertanian yang telah masuk pasar ekspor.
Di akhir sambutannya, Kepala Barantin menegaskan komitmen untuk memperkuat sumber daya dan fasilitas karantina melalui implementasi sistem manajemen terintegrasi, guna memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada pengguna jasa.
Kegiatan ditutup dengan pelepasan simbolik pengiriman sapi kurban ke wilayah Jabodetabek dan luar Jabodetabek, yang dilakukan langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia didampingi Wakil Bupati Sumbawa.
Acara ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha. Kabupaten Sumbawa tampil sebagai aktor penting dalam rantai pasok hewan kurban, sekaligus menunjukkan kesiapan infrastrukturnya, baik dari sisi produksi maupun pengawasan karantina.
Arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat produksi ternak dan pertanian dijawab dengan aksi konkret oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, yang kini semakin gencar membangun kolaborasi lintas sektor bersama Badan Karantina Indonesia.
Kehadiran jajaran pejabat pusat dan provinsi dalam kegiatan ini juga mencerminkan betapa strategisnya posisi Kabupaten Sumbawa dalam mendukung ketahanan pangan nasional, serta membuka jalan lebih lebar untuk pengembangan ekspor komoditas unggulan daerah. (KH74)
Artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan pemkab Sumbawa