BERITA DETAIL
Desa Rhee Dicanangkan sebagai Lokus Program Desa Cantik, Wujud Komitmen Sumbawa Bangun Desa Berbasis Data

Desa Rhee Dicanangkan sebagai Lokus Program Desa Cantik, Wujud Komitmen Sumbawa Bangun Desa Berbasis Data

06 Mei 2025   113

 

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/6 Mei 2025 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat tata kelola pembangunan berbasis data dengan mencanangkan Desa Rhee, Kecamatan Rhee, sebagai lokus Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Kegiatan pencanangan ini berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Sumbawa, Selasa pagi, dan menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kapasitas statistik di tingkat desa.

Program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB dalam rangka mewujudkan desa yang mampu mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyambut positif pelaksanaan program ini dan menekankan pentingnya data dalam seluruh proses pembangunan.

“Desa merupakan bagian penting dari misi pembangunan daerah, bukan hanya sebagai objek pembangunan tetapi harus menjadi subjek dan garda terdepan,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, H. Jarot menegaskan bahwa akurasi data adalah landasan dari perencanaan yang tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa seluruh tahapan pembangunan — mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi — harus ditopang oleh data yang valid dan terpercaya.

“Setiap perencanaan program harus memiliki data yang akurat, begitu juga saat pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pun harus berdasarkan data yang akurat,” jelasnya.

Bupati berharap Desa Rhee bisa menjadi contoh dalam menerapkan standarisasi tata kelola data desa yang profesional dan berdaya guna.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. H. Wahyudin, MM., mengungkapkan bahwa kualitas data di tingkat desa selama ini masih belum optimal. Program Desa Cantik hadir untuk memberikan pendampingan dan pembinaan agar desa mampu menghasilkan data yang valid dan bermanfaat untuk pembangunan yang inklusif.

“Tujuannya agar data yang dihasilkan benar-benar bermanfaat, baik untuk perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi pembangunan, termasuk dalam rangka pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Wahyudin juga menyampaikan harapan agar lebih banyak desa di NTB — khususnya di Kabupaten Sumbawa — dapat menjadi bagian dari Program Desa Cantik ke depannya.


Ulasan

Program Desa Cantik merupakan upaya strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat data statistik sektoral di tingkat desa, sejalan dengan visi pembangunan berbasis data. Melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemkab dan BPS NTB, langkah ini diharapkan dapat membentuk desa yang mandiri dalam pengelolaan data, yang pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan efektivitas pembangunan.

Pencanangan Desa Rhee sebagai lokus program ini menunjukkan keberpihakan Pemkab Sumbawa pada desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Dengan kapasitas data yang mumpuni, desa dapat merancang kebijakan sendiri, menjawab persoalan lokal, dan menjadi motor penggerak pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Langkah ini juga merupakan bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas publik, yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan responsif. (KH74)


sumber : Prokopim Sumbawa

artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa