Lopok, ppid.sumbawakab.go.id/30 April 2025 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memastikan kesejahteraan petani kembali ditegaskan oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog di Kecamatan Lopok, Rabu siang (30/4/2025).
Dalam sidak tersebut, Wabup menemukan bahwa gudang Bulog sudah dalam kondisi penuh dan belum tersedia ruang tambahan untuk menyimpan hasil panen petani. Situasi ini berpotensi menghambat proses penyerapan gabah dan berdampak negatif terhadap harga jual hasil panen di lapangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Wabup Ansori langsung bergerak cepat dengan mengunjungi lokasi PT. BASA, salah satu pemilik gudang terbesar di Kecamatan Lopok. Berdasarkan informasi awal, PT. BASA sebelumnya belum bersedia menyewakan gudangnya kepada Bulog karena kekhawatiran akan terganggunya aktivitas penggilingan padi yang merupakan salah satu kegiatan utama perusahaan, serta mempertimbangkan keberlangsungan pekerjaan bagi 35 orang karyawan tetapnya.
Namun dalam dialog langsung dan terbuka, Wabup menjelaskan urgensi kerjasama lintas sektor untuk menyelamatkan harga gabah petani.
“Bagaimana kalau gudang PT. BASA disewakan separuh saja untuk Bulog? Kalau tidak, petani kita bisa menjerit karena panen tidak terserap dan harga jatuh di bawah HPP. Ini soal keberlangsungan hidup petani kita,” tegas Wabup.
Usulan tersebut akhirnya diterima oleh manajemen PT. BASA, yang bersedia menyewakan sebagian gudangnya kepada Bulog dengan kapasitas hingga 7.000 ton.
Wabup Ansori menyambut baik keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian pihak swasta terhadap masalah petani. Ia berharap langkah ini menjadi contoh kolaborasi yang positif antara sektor pemerintah dan swasta dalam mendukung program strategis pertanian.
“Inilah bentuk sinergi nyata. Ketika dunia usaha dan pemerintah bisa duduk bersama, maka kebijakan untuk rakyat bisa cepat dijalankan. Kita tidak bisa bekerja sendiri,” ungkapnya.
Selain mendorong kerjasama penyewaan gudang, Wabup juga menyoroti pentingnya komunikasi yang intensif dan transparan terkait kondisi gudang, terutama gudang jagung, untuk mengantisipasi permasalahan di musim panen mendatang.
“Kami minta semua pihak, baik Bulog, pelaku usaha, dan dinas teknis, saling berbagi data terkini. Pemerintah tidak bisa ambil kebijakan jika informasi soal kondisi gudang tidak mengalir. Ini bukan semata soal logistik, tapi menyangkut kepentingan petani dan ketahanan pangan daerah kita,” tandasnya.
Langkah cepat Wakil Bupati ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa serius dalam menghadirkan solusi di tengah dinamika lapangan. Pemerintah berkomitmen untuk selalu hadir bersama petani, menjaga stabilitas harga, dan memastikan keberlanjutan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa