Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/29 April 2025 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan PT. Kalimantan Prima Persada (KPP) secara resmi meluncurkan Program Pengembangan Agroforestri Kopi di dua desa, yaitu Desa Lawin dan Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang. Acara peluncuran atau kick-off yang digelar di La Grande Ballroom ini menandai komitmen kuat Pemkab Sumbawa dalam mempercepat hilirisasi kopi lokal sebagai komoditas unggulan nasional.
Kabupaten Sumbawa menjadi wilayah ketiga di Indonesia yang menerapkan program ini, setelah Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Pendekatan agroforestri yang digunakan tidak hanya menekankan pada peningkatan produktivitas kopi, tetapi juga pada aspek kelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan apresiasi kepada PT. KPP atas prakarsa strategis tersebut.
“Saya yakin dan percaya, perjanjian ini adalah ikhtiar mewujudkan Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. Unggul petani kopi dan UMKM-nya, maju perekonomiannya, dan ujungnya, sejahtera masyarakatnya,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kesuksesan program ini bukan hanya tanggung jawab Pemda dan perusahaan, tetapi juga memerlukan kerja sama lintas sektor dari semua pemangku kepentingan.
“Ini harus menjadi model percepatan, inovasi, dan penciptaan nilai tambah yang dapat direplikasi di wilayah lain,” imbuh Bupati Haji Jarot.
Dalam paparannya, Bupati mengungkapkan bahwa kopi Sumbawa diprioritaskan secara nasional karena kontribusinya yang signifikan terhadap produksi kopi di NTB. Data BPS menunjukkan bahwa kopi Sumbawa menyumbang rata-rata 42,27% terhadap produksi kopi NTB selama periode 2020–2024, bahkan mencapai 52,41% pada tahun 2021.
Menindaklanjuti peluncuran ini, Bupati menginstruksikan Dinas Pertanian, Dinas Koperasi-UKM-Perindag, dan Bappeda untuk segera menyusun desain dan perencanaan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional sektor kopi di Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu, Daniel Angga Sembara, CSR Manager PT. KPP, dalam laporannya menjelaskan bahwa program agroforestri kopi ini akan mencakup pelatihan teknis, pendampingan petani, serta penyediaan akses terhadap sumber daya.
“Keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, perusahaan, pelaku usaha, dan masyarakat. Mari kita bangun sinergi yang berdampak dan berkelanjutan,” ujar Daniel.
Program ini menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Sumbawa dalam membangun ekosistem pertanian kopi yang tangguh, berbasis lingkungan, dan mendukung ekonomi inklusif masyarakat pedesaan.
sumber : Fb Prokopim Sumbawa
Artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa