Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/21 April 2025 – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Modern Internasional Dea Malela yang terletak di Pamangong, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Kapolda NTB, Danrem, serta Bupati Sumbawa, menandai pertemuan penting antara pemangku kepentingan nasional dan daerah.
Kehadiran Menteri Pertanian RI mendapat sambutan hangat dari Pimpinan Pesantren Dea Malela, Prof. Dr. Din Syamsuddin, yang menyebut kunjungan ini sebagai momen penting bagi lembaga pendidikan Islam tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya bahwa kunjungan ini akan memberi motivasi besar bagi para santri sebagai calon ilmuwan muslim masa depan.
“Selamat datang di Kampus Olat Utuk, lembah peradaban tempat persemaian generasi Islam masa depan. Kunjungan ini semoga membawa berkah dan manfaat besar bagi kita semua,” ujar Prof. Din Syamsuddin.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI menyampaikan rasa harunya terhadap semangat dan potensi besar yang terpancar dari para santri. Ia berbagi kisah perjalanan hidupnya, dari latar belakang keluarga sederhana hingga menjabat sebagai menteri.
“Saya yakin bahwa dengan kerja keras dan karakter yang baik, kita dapat menjadi pemimpin masa depan. Saya melihat cahaya dari NTB, khususnya dari pesantren ini,” ungkapnya.
Beliau juga menekankan pentingnya membangun karakter kuat dan ekonomi yang kokoh, sebagai fondasi dalam membentuk generasi tangguh yang mampu mengangkat harkat bangsa.
Tak hanya itu, Mentan juga berbagi optimisme mengenai capaian nasional, seperti stok beras terbesar sepanjang sejarah Indonesia, yang menjadi simbol keberhasilan pertanian nasional di tengah tekanan global.
“Malaysia dan Filipina kini tertarik belajar dari Indonesia. Bahkan harga beras di Jepang Rp93.000 per kg, tapi kita masih bisa bertahan. Ini bukti kekuatan dan potensi kita,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian juga menunjukkan dukungan nyata terhadap pendidikan dengan menyerahkan beasiswa senilai Rp20 juta kepada lima santri yatim piatu di Pesantren Dea Malela. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan bekal bagi mereka dalam menuntut ilmu.
Kunjungan ini menjadi refleksi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pendidikan berbasis nilai dan spiritualitas. Kehadiran tokoh nasional dan pimpinan daerah menunjukkan bahwa Sumbawa memiliki potensi strategis baik di sektor pendidikan, keagamaan, maupun ketahanan pangan.
Selain memberi motivasi kepada para santri, kegiatan ini juga membawa pesan kuat bahwa pesantren tak hanya sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan dan pusat kebangkitan peradaban Islam di era modern. (KH74)
Artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemerintah Kabupaten Sumbawa