BERITA DETAIL
Analisis Pengeluaran Perkapita Penduduk Kabupaten Sumbawa Tahun 2024

Analisis Pengeluaran Perkapita Penduduk Kabupaten Sumbawa Tahun 2024

14 Maret 2025   261

 

Sumbawa Besar, ppid,sumbawakab.go.id/ 2025 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa telah merilis data pengeluaran perkapita penduduk per bulan untuk tahun 2024. Data ini memberikan gambaran mengenai pola konsumsi masyarakat, baik dalam sektor makanan maupun non-makanan.

Komposisi Pengeluaran Perkapita

Berdasarkan data yang dipublikasikan, rata-rata pengeluaran perkapita penduduk Kabupaten Sumbawa per bulan mencapai Rp1.382.496. Pengeluaran ini terbagi dalam dua kategori utama, yaitu:

  1. Pengeluaran untuk komoditas makanan sebesar Rp746.956
  2. Pengeluaran untuk komoditas non-makanan sebesar Rp635.540

Dari data ini, terlihat bahwa pengeluaran untuk makanan lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran non-makanan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan masyarakat masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Distribusi Persentase Pengeluaran

Jika ditinjau dari aspek persentase, alokasi pengeluaran penduduk Kabupaten Sumbawa menunjukkan bahwa:

  • 54,03% dari total pengeluaran digunakan untuk kebutuhan makanan
  • 45,97% digunakan untuk kebutuhan non-makanan

Proporsi ini mencerminkan bahwa kebutuhan konsumsi pangan masih menjadi prioritas utama dalam rumah tangga di Kabupaten Sumbawa.

Implikasi Terhadap Perekonomian Lokal

1. Ketergantungan Tinggi pada Kebutuhan Pangan

Dengan lebih dari setengah pengeluaran diarahkan untuk konsumsi makanan, sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan makanan memainkan peran penting dalam ekonomi lokal. Hal ini mengindikasikan bahwa stabilitas harga bahan pokok sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.

2. Peluang Pengembangan Sektor Non-Makanan

Meskipun pengeluaran untuk kebutuhan non-makanan masih di bawah 50%, jumlahnya tetap signifikan. Ini mencakup pengeluaran untuk perumahan, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya. Dengan meningkatnya urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi, sektor ini memiliki peluang berkembang lebih pesat di masa depan.

3. Peran Pemerintah dalam Kebijakan Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam menyeimbangkan pertumbuhan sektor makanan dan non-makanan, misalnya dengan:

  • Meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan untuk menjaga stabilitas harga makanan.
  • Mendorong diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan industri kreatif, perdagangan, dan sektor jasa.
  • Meningkatkan investasi di sektor pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kesimpulan

Data pengeluaran penduduk Kabupaten Sumbawa tahun 2024 memberikan wawasan yang penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mayoritas pengeluaran masih terkonsentrasi pada kebutuhan makanan, penting bagi pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau, sembari tetap mendorong pertumbuhan sektor non-makanan sebagai penopang ekonomi yang berkelanjutan. (KH74)

sumber : BPS Sumbawa