Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/9/3/2025 - Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa telah merilis data terbaru mengenai perkembangan jumlah penduduk di Kabupaten Sumbawa hingga tahun 2023. Data ini memberikan gambaran penting terkait pertumbuhan penduduk, jumlah kelahiran, komposisi usia, dan distribusi rumah tangga berdasarkan wilayah.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa terus mengalami peningkatan dalam periode 2019-2023. Grafik pertumbuhan penduduk menunjukkan tren yang cenderung meningkat, meskipun laju pertumbuhan mengalami sedikit perlambatan pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika demografi di Kabupaten Sumbawa masih cukup stabil dengan populasi yang terus bertambah.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa mencatat jumlah bayi lahir dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan. Pada tahun 2019, terdapat 8.802 kelahiran, sementara pada tahun 2023 angka ini turun menjadi 7.767 bayi. Penurunan angka kelahiran ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk program keluarga berencana (KB), peningkatan kesadaran masyarakat tentang kesehatan reproduksi, serta faktor sosial-ekonomi lainnya.
Penduduk Kabupaten Sumbawa tahun 2023 didominasi oleh kelompok usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah mencapai 361,33 ribu jiwa. Sementara itu, penduduk usia anak-anak (0-14 tahun) berjumlah 132,61 ribu jiwa dan kelompok lanjut usia (65+) mencapai 35,56 ribu jiwa. Komposisi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi tenaga kerja yang besar, sehingga perlu didukung dengan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dari segi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki dan perempuan relatif seimbang di hampir semua kelompok usia, dengan sedikit dominasi laki-laki pada usia produktif.
Data terbaru menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga di Kabupaten Sumbawa masih berada di wilayah perdesaan (57,78%), sementara sisanya tinggal di wilayah perkotaan (42,22%). Hal ini mencerminkan bahwa sektor pertanian dan perikanan masih menjadi sektor dominan dalam mata pencaharian masyarakat. Dengan kondisi ini, pemerintah terus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur, akses pendidikan, dan layanan kesehatan di seluruh wilayah, baik perkotaan maupun perdesaan.
Secara umum, Kabupaten Sumbawa terus mengalami pertumbuhan penduduk yang stabil, dengan tantangan utama berupa penurunan angka kelahiran dan dominasi wilayah perdesaan. Pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan pembangunan berbasis kependudukan, peningkatan layanan publik, serta pemerataan akses terhadap infrastruktur dan ekonomi.
Data ini menjadi landasan penting bagi Pemkab Sumbawa dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran demi menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (KH74)