Puskesmas Moyo Hilir Raih Peringkat III GKM Tingkat Provinsi NTB 2025
Satu-Satunya Juara dari Kabupaten Non-Lokus**
Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/November 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih dunia kesehatan Kabupaten Sumbawa. Gugus Kendali Mutu (GKM) “BAPER EBAKEMAS” dari Puskesmas Moyo Hilir sukses menorehkan prestasi dengan meraih Peringkat III pada Konvensi Gugus Kendali Mutu Puskesmas Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025.
Keberhasilan ini semakin istimewa karena Puskesmas Moyo Hilir menjadi satu-satunya puskesmas dari kabupaten non-lokus GKM UNICEF–Kemendagri yang mampu menembus jajaran juara, bersaing dengan kabupaten/kota lain yang selama ini mendapat pendampingan intensif dari proyek nasional tersebut.
Komitmen Mutu dan Pendampingan Dinas Kesehatan Berbuah Manis
Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras tim GKM Puskesmas Moyo Hilir, dukungan penuh Kepala Puskesmas, serta pendampingan berkelanjutan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa dalam menerapkan GKM berbasis pendekatan PDCA–TULTA (Tujuh Langkah Tujuh Alat).
Pendekatan ini mendorong peningkatan disiplin, pemetaan masalah berbasis data, evaluasi berkala, dan tindak lanjut yang cepat—sehingga setiap upaya perbaikan dapat memberikan dampak nyata bagi layanan kesehatan masyarakat.
Inovasi BAPER EBAKEMAS: Percepatan Layanan Berbasis Empati dan Data
Inovasi yang diusung Puskesmas Moyo Hilir, yakni BAPER EBAKEMAS (Bawa Perbaikan dengan Metode Ene Bale Kewa Kemas), menjadi kunci keberhasilan. Program ini mengambil pendekatan inovatif yang menekankan:
1. Pendampingan Empati dan Humanis
Kunjungan langsung kepada sasaran Tuberkulosis dilakukan dengan pendekatan ramah, bersahabat, dan penuh empati untuk memastikan keberhasilan pendampingan pengobatan.
2. Pemetaan Digital Wilayah Sasaran
Penggunaan pemetaan digital (mapping) membantu memperkuat analisis permasalahan lapangan dan penyusunan rencana tindak lanjut yang tepat sasaran, dengan tetap menjaga privasi dan kerahasiaan pasien.
3. Perbaikan Berkelanjutan
Seluruh proses pelacakan, tindak lanjut, dan evaluasi lapangan dilakukan secara sistematis, sehingga hasil intervensi dapat dimonitor dengan cepat dan akurat.
Dampak Positif bagi Pelayanan Kesehatan
Implementasi BAPER EBAKEMAS terbukti memberikan beberapa dampak signifikan, antara lain:
-
Peningkatan kedisiplinan pelaporan TB
-
Percepatan tindak lanjut kasus
-
Penguatan keterlibatan masyarakat
-
Monitoring berbasis data yang lebih akurat
-
Efektivitas penanganan lapangan yang makin terukur
Prestasi ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan Puskesmas Moyo Hilir, tetapi juga menjadi bukti bahwa Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sekalipun tidak termasuk dalam program pendampingan nasional tertentu.
Ulasan untuk Transparansi Kegiatan Pemkab Sumbawa
1. Dampak Strategis bagi Kabupaten
Keberhasilan ini memberikan nilai strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, terutama dalam upaya memperkuat kualitas layanan kesehatan primer yang merupakan fondasi sistem kesehatan daerah.
2. Model Praktik Baik (Best Practice)
BAPER EBAKEMAS dapat dijadikan best practice bagi puskesmas lain, terutama dalam penanganan Tuberkulosis dan peningkatan mutu pelayanan berbasis GKM.
3. Relevansi dengan Prioritas Nasional
Prestasi ini sejalan dengan agenda nasional terkait:
-
Penguatan layanan primer
-
Pengendalian Tuberkulosis
-
Penerapan manajemen mutu di fasilitas kesehatan
-
Digitalisasi pemetaan dan monitoring kesehatan
4. Persepsi Publik
Di media sosial, prestasi ini diperkirakan memunculkan sentimen positif karena:
-
Meningkatkan kebanggaan masyarakat
-
Menunjukkan keseriusan Pemkab dalam layanan kesehatan
-
Menegaskan bahwa OPD dapat berprestasi tanpa ketergantungan pada program eksternal
5. Dukungan Kebijakan Pemkab
Pemerintah Kabupaten Sumbawa perlu mempertimbangkan:
-
Replikasi program ke puskesmas lain
-
Insentif dan penguatan kapasitas tim GKM
-
Dukungan anggaran untuk inovasi berbasis data dan digitalisasi layanan
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan pemkab sumbawa
sumber: Fb Dinkes Sumbawa